Jakarta – Jelang Piala Dunia 2026, muncul kontroversi besar terkait seruan boikot terhadap keikutsertaan tim nasional Israel. Seruan ini semakin gencar setelah munculnya kampanye di berbagai belahan dunia, termasuk di papan reklame ikonik Times Square, New York, yang memajang tulisan “Boycott Israel” sejak Selasa (16/9).
Kampanye tersebut diprakarsai oleh American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC) dan menggandeng sejumlah organisasi mitra dari Eropa hingga Timur Tengah. Mereka menilai partisipasi Israel di Piala Dunia tidak pantas, dengan alasan situasi politik dan konflik yang melibatkan negara tersebut.
Respons Tegas dari Israel
Menanggapi desakan itu, Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) menyampaikan pernyataan resmi yang bernada ketus. IFA menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, tidak seharusnya dijadikan alat politik. Menurut mereka, partisipasi dalam Piala Dunia adalah hak setiap negara anggota FIFA yang lolos melalui jalur kualifikasi.
“Kami tidak akan gentar oleh kampanye boikot yang tidak adil dan bermotif politik. Tim nasional Israel akan tetap berjuang di lapangan, karena sepak bola adalah milik semua orang, bukan alat propaganda,” tegas pernyataan resmi IFA.
Dukungan dan Penolakan
Seruan boikot ini menuai reaksi beragam dari komunitas sepak bola internasional. Sebagian kalangan mendukung langkah tersebut dengan alasan kemanusiaan dan solidaritas terhadap konflik yang terjadi. Namun, ada juga pihak yang menilai boikot justru akan mencederai semangat sportivitas dan persaudaraan yang menjadi dasar olahraga dunia.
FIFA sendiri belum mengeluarkan komentar resmi terkait seruan boikot ini. Sebagai induk organisasi sepak bola dunia, FIFA sebelumnya menekankan bahwa sepak bola harus tetap netral dari konflik politik dan fokus pada persatuan global.
Kampanye di Tingkat Global
Selain di New York, kampanye boikot juga dikabarkan berlangsung di sejumlah kota besar lain seperti London, Paris, dan Berlin. Poster, spanduk, serta kampanye digital di media sosial terus bermunculan dengan tagar #BoycottIsrael2026 yang viral di berbagai platform.
Di sisi lain, pemerintah Israel menilai kampanye tersebut sebagai bentuk diskriminasi yang tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa dunia olahraga seharusnya menjadi ruang persatuan, bukan medan konflik politik.
Dampak terhadap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan semakin dekatnya perhelatan besar ini, kontroversi boikot diperkirakan akan terus mencuri perhatian publik. Jika kampanye boikot semakin menguat, FIFA bisa saja mendapat tekanan besar untuk mengambil langkah resmi.
Namun, hingga kini, tim nasional Israel tetap bersiap mengikuti jalur kualifikasi tanpa memedulikan tekanan boikot. Publik sepak bola dunia menanti apakah isu ini akan berlanjut hingga ke panggung utama Piala Dunia atau mereda seiring berjalannya waktu.