Brasil Selamat dari Kekalahan, Bermain Imbang 1-1 Melawan Maroko

Ismael Saibari dan Vinicius Junior saling balas mencetak gol pada babak pertama, namun intervensi Alisson di menit-menit akhir lah yang memastikan kedua tim berbagi poin.

Vinicius Junior dan Alisson memastikan Brasil meraih satu poin dalam laga pembuka Piala Dunia mereka, setelah mereka bangkit dari ketertinggalan untuk bermain imbang 1-1 dengan Maroko.

Singa Atlas mendapat imbalan atas awal yang gemilang ketika Ismael Saibari memanfaatkan kelemahan pertahanan, namun Vinicius, bersama aksi heroik Alisson di menit-menit akhir, memastikan laga Piala Dunia pertama Carlo Ancelotti tidak berakhir dengan kekalahan.

Maroko Tampil Agresif Sejak Menit Awal

Maroko langsung menekan Brasil sejak peluit pertama, memimpin dalam jumlah tembakan 5-1 dalam 10 menit pertama, meski tak satupun yang menguji Alisson.

Gol Ismael Saibari Bawa Maroko Unggul

Namun pada menit ke-21, tim asuhan Ancelotti kebobolan. Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan indah ke Saibari, yang memiliki ruang luas di antara bek tengah untuk melepaskan tendangan chip indah melewati Alisson, yang keluar dari kotaknya.

Achraf Hakimi nyaris menghukum pertahanan Brasil yang longgar untuk kedua kalinya tak lama setelah itu, namun tendangan rendahnya meleset tipis di samping tiang jauh.

Vinicius Junior Menyelamatkan Brasil

Gol Spektakuler di Laga ke-50 Bersama Selecao

Vinicius membawa timnya kembali imbang pada menit ke-32, dengan memotong ke dalam dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Yassine Bounou, menandai penampilan ke-50-nya bersama Brasil dengan gol yang memukau.

Lucas Paqueta hampir membawa Brasil unggul sebelum jeda, menyambut umpan silang dari sisi kiri dengan tendangan voli akrobatik, namun Bounou sigap menepis bola tersebut.

Babak Kedua Berjalan Ketat dan Minim Peluang

Babak kedua yang berlangsung lebih tenang ini membuat Brasil meningkatkan tekanan di menit-menit akhir tanpa menimbulkan banyak ancaman serius, karena tim asuhan Mohamed Ouahbi bertahan dengan gigih.

Alisson Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Justru Maroko yang nyaris mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir, namun Alisson dengan sigap melakukan dua penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tendangan jarak jauh Neil El Aynaoui dan upaya lanjutan Ayoube Amaimouni-Echghouyab.

Maroko Buktikan Kualitas, Brasil Masih Punya Pekerjaan Rumah

Brasil merupakan lawan yang menakutkan di fase awal Piala Dunia, setelah memuncaki grup babak penyisihan grup di setiap Piala Dunia sejak 1982, dan kini, mereka belum pernah kalah di pertandingan pembuka sejak 1934 (melawan Spanyol, dengan rekor 17 kemenangan dan 4 imbang sejak saat itu).

Namun, Maroko tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan saat mereka mencatatkan empat percobaan pertama dalam pertandingan tersebut, sementara ini baru kedua kalinya dalam sejarah turnamen Brasil menghadapi lima tembakan dalam 10 menit pertama pertandingan (sejak 1966).

Statistik Menunjukkan Dominasi Awal Maroko

Faktanya, mereka melepaskan 12 tembakan dalam 30 menit pertama, lebih banyak dari yang pernah dikonversi oleh Selecao dalam enam pertandingan Piala Dunia penuh sebelumnya. Namun setelah itu, peluang Maroko mengering dan mereka kesulitan menciptakan ancaman berarti.

Vinicius Jadi Tumpuan Baru Brasil

Vinicius juga berperan besar, mencetak gol ke-10-nya untuk Brasil, dengan tiga di antaranya tercipta di tanah Amerika Serikat. Namun, rekor 100% kemenangannya saat mencetak gol (delapan gol sebelumnya) kini telah berakhir.

Dia memang telah membuktikan dirinya sebagai pemain andalan sementara Neymar masih belum cukup fit untuk bermain. Namun, Carlo Ancelotti masih harus bekerja keras karena Maroko telah membuktikan bahwa mereka mampu mengancam posisi teratas di Grup C.

Baca juga artikel: Nuwa Deluxe: Perjalanan Menuju Kemenangan Bernuansa Mitologi

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *