Roberto Mancini Kembali Tangani Italia, Misi Bangkitkan Azzurri

Roberto Mancini telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Italia untuk kedua kalinya, dengan tugas membangkitkan kembali performa Azzurri yang telah absen dari tiga Piala Dunia terakhir, demikian disampaikan Presiden FIGC Giovanni Malago.

Direktur teknis Paolo Maldini, yang dilaporkan mengancam akan mengundurkan diri jika Mancini ditunjuk, telah digantikan oleh Claudio Ranieri.

“Hari ini kami memiliki pelatih baru dan direktur teknis baru,” kata Malago kepada wartawan, sambil mengumumkan konferensi pers bersama Mancini dan Ranieri pada hari Rabu.

“Saya merasa bahwa orang yang seharusnya dan layak menjadi pelatih kepala tim nasional sepak bola Italia adalah Roberto Mancini, berdasarkan serangkaian pertimbangan yang, seperti biasa, dengan jujur saya tanggung jawabnya.”

Mancini Kembali Pimpin Timnas Italia

Gennaro Gattuso mengundurkan diri sebagai pelatih Italia setelah kekalahan di final babak play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina pada bulan Maret.

Mancini yang berusia 61 tahun sebelumnya pernah menjabat sebagai pelatih Italia dari tahun 2018 hingga 2023, dan membawa tim tersebut meraih gelar juara Euro 2020.

Ia lebih dipilih daripada mantan pelatih tim nasional lainnya, yaitu Antonio Conte.

Maldini juga dilaporkan telah menyatakan akan mengundurkan diri jika Conte yang terpilih, dan kabarnya menginginkan mantan gelandang Italia kelahiran Brasil, Thiago Motta, untuk menduduki posisi tersebut.

Andrea Pirlo, yang sempat digadang-gadang akan mengambil alih jabatan tersebut, mengumumkan pada hari Senin bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat.

Mantan gelandang tersebut mendapat kritik tajam terkait hubungannya yang kontroversial dengan sebuah perusahaan taruhan olahraga Rusia serta riwayat kepelatihannya yang dianggap terbatas oleh para pengkritiknya.

Tantangan Perdana di UEFA Nations League

Pertandingan pertama Mancini sebagai pelatih akan berlangsung dalam ajang Nations League melawan Belgia pada 25 September, di grup yang juga dihuni oleh Turki dan Prancis.

“Pelatih baru akan memiliki dua sesi latihan untuk mempersiapkan pertandingan pertama,” kata Malago ketika ditanya mengenai pernyataan para jurnalis yang mengatakan Italia harus mengganti pelatih lagi jika mereka terdegradasi di Nations League.

“Sejak Italia kalah dalam babak play-off melawan Bosnia, saya rasa kami tidak memberikan paspor kepada Lamine Yamal, (Kylian) Mbappé, dan (Harry) Kane… Jadi, apakah kita serius di sini?

“(Kita) harus berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki, sekaligus mempertahankan peringkat Eropa kita di grup yang berisi tim-tim yang semuanya pernah berlaga di Piala Dunia, yaitu Turki, Belgia, dan Prancis.

“Jika ingin bersikap objektif dan serius, finis di peringkat keempat di grup itu adalah hal yang logis.”

Penunjukan Mancini Masih Memicu Kontroversi

Penunjukan Mancini, bagaimanapun, tetap kontroversial meskipun ia telah membawa Italia meraih gelar Euro 2020 dan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 37 pertandingan.

Pengunduran dirinya yang mendadak sebagai pelatih Italia pada musim panas 2023 untuk menangani tim nasional Arab Saudi dilaporkan merusak reputasinya di mata banyak pejabat senior FIGC, terutama karena Azzurri sedang mengalami kesulitan dalam kampanye kualifikasi Euro 2024.

Mancini meninggalkan jabatannya di klub Saudi tersebut hanya 14 bulan kemudian.

Terakhir, ia menjabat sebagai pelatih klub Qatar, Al-Sadd, yang dengannya ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun pada November lalu.

Misi Mengakhiri Paceklik Piala Dunia Italia

Kini ia akan memusatkan perhatiannya pada tugas mengembalikan Italia ke puncak sepak bola internasional.

Juara dunia empat kali ini belum pernah lolos ke Piala Dunia sejak 2014, dan bahkan belum pernah bermain di babak gugur turnamen tersebut sejak memenangkan final 2006 melawan Prancis melalui adu penalti.

Satu-satunya kesuksesan pada periode tersebut adalah gelar juara Kejuaraan Eropa, yang juga diraih melalui adu penalti melawan Inggris lima tahun lalu.

Upaya mempertahankan gelar mereka, di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti, berakhir dengan kekalahan di babak 16 besar melawan Swiss pada 2024.

Rekam Jejak Roberto Mancini sebagai Pelatih

Mancini juga meraih tiga gelar Serie A berturut-turut sebagai pelatih Inter Milan antara tahun 2005 dan 2008.

Ia kemudian membawa Manchester City meraih gelar Liga Inggris pertama mereka sejak 1968 berkat kemenangan dramatis di hari terakhir melawan QPR pada musim Liga Premier 2011-12.

Harapan Baru untuk Masa Depan Azzurri

Dengan pengalaman panjang di level klub maupun tim nasional, Roberto Mancini kini kembali dipercaya untuk membangun kekuatan Italia. Target utamanya adalah membawa Azzurri kembali lolos ke Piala Dunia dan mengembalikan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia setelah lebih dari satu dekade mengalami penurunan prestasi.

Baca juga artikel: Jungle Rumble: Slot Bertema Suku Dengan Bonus Melimpah

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *