Fenerbahçe dan Roma Berbagi Poin di Istanbul

Fenerbahçe dan Roma harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam laga perdana mereka di Liga Champions musim ini. Pertandingan di Stadion Şükrü Saracoğlu berlangsung menarik dengan kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang.

Roma yang kembali tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2018-19 mampu membuka keunggulan lebih dulu. Bryan Cristante menjadi pencetak gol bagi tim asuhan Gian Piero Gasperini melalui tendangan berkualitas pada menit ke-38.

Namun, Fenerbahçe menunjukkan reaksi cepat setelah turun minum. Archie Brown menyamakan kedudukan hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai. Gol tersebut sekaligus membuat Brown mencatatkan sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang mencetak gol untuk Fenerbahçe di Liga Champions.

Roma Unggul Berkat Gol Bryan Cristante

Fenerbahçe tampil agresif sejak awal pertandingan dengan dukungan penuh para suporter. Bartug Elmaz dan Kerem Aktürkoğlu sempat menguji kiper Roma, Mile Svilar, yang tampil sigap mengamankan gawangnya.

Roma kemudian mulai menemukan ritme permainan. Paulo Dybala hampir membawa tim tamu unggul setelah menerima umpan dari Manu Koné, tetapi tembakannya dari sudut sempit masih mampu ditepis Ederson.

Keunggulan Roma akhirnya datang pada menit ke-38. Donyell Malen memberikan bola kepada Cristante di tepi kotak penalti. Sang kapten kemudian melepaskan tendangan akurat ke sudut kiri bawah yang gagal dihentikan Ederson.

Archie Brown Jadi Penyelamat Fenerbahçe

Memasuki babak kedua, Fenerbahçe langsung meningkatkan tekanan. Hasilnya terlihat hanya tiga menit setelah pertandingan dilanjutkan.

Kolaborasi Greenwood dan Brown

Mason Greenwood menjadi kreator gol penyama kedudukan. Umpannya menemukan Archie Brown yang berada dalam posisi menguntungkan. Brown kemudian melambungkan bola melewati Svilar yang sudah keluar dari sarangnya.

Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan Fenerbahçe dari kekalahan, tetapi juga menjadi catatan bersejarah bagi Brown. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak gol untuk Fenerbahçe di kompetisi Liga Champions.

Menariknya, gol tersebut juga mempertemukan dua pemain Inggris dalam sebuah kolaborasi untuk klub non-Inggris di Liga Champions. Sebelumnya, momen serupa terjadi pada Oktober 2005 ketika David Beckham memberikan assist kepada Jonathan Woodgate saat Real Madrid menghadapi Rosenborg.

Fenerbahçe Hampir Membalikkan Keadaan

Setelah kedudukan menjadi 1-1, Fenerbahçe justru terlihat semakin percaya diri. Vedat Muriqi hampir membawa tuan rumah berbalik unggul setelah menerima umpan dari N’Golo Kanté. Namun, penyelesaian akhirnya masih dapat digagalkan oleh kaki Ederson.

Greenwood juga hampir mencetak gol setelah tendangannya hanya mengenai jaring samping. Fenerbahçe terus memberikan tekanan, sementara Roma kesulitan mengembangkan permainan seperti pada babak pertama.

Roma sempat meminta penalti setelah Dybala dijatuhkan Aktürkoğlu di dekat kotak penalti. Namun, wasit hanya memberikan tendangan bebas.

Fenerbahçe Lebih Dominan di Babak Kedua

Secara statistik, Fenerbahçe sebenarnya tampil lebih berbahaya sepanjang pertandingan. Tuan rumah menghasilkan expected goals (xG) sebesar 1,64 dari 11 tembakan, sedangkan Roma hanya mencatatkan 0,53 xG dari delapan percobaan.

Brown Nyaris Jadi Pahlawan Kemenangan

Fenerbahçe hampir mendapatkan tiga poin pada detik-detik akhir. Archie Brown kembali menjadi pusat perhatian ketika sundulannya memanfaatkan tendangan bebas Levent Mercan justru membentur mistar gawang.

Di sisi lain, Devyne Rensch melakukan tekel penting untuk menggagalkan peluang Oguz Aydin. Dybala juga sempat mengancam melalui pergerakannya dari sisi lapangan, tetapi Ederson mampu mengamankan gawang Fenerbahçe.

Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi. Roma pun membawa pulang satu poin dari Istanbul, meski Fenerbahçe bisa merasa lebih layak mendapatkan kemenangan berdasarkan peluang yang mereka ciptakan.

Roma Masih Belum Berjaya di Turki

Hasil imbang ini menjadi catatan penting bagi Roma yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan Serie A. Namun, permainan mereka di Istanbul belum cukup untuk mengamankan kemenangan.

Roma juga melanjutkan catatan kurang impresif klub-klub Italia ketika bertandang menghadapi tim Turki di Liga Champions. Kemenangan tandang terakhir klub Italia di kompetisi tersebut terjadi pada November 2005 ketika AC Milan mengalahkan Fenerbahçe 4-0.

Sejak kemenangan tersebut, enam klub Italia berikutnya yang bertanding di Turki tidak mampu meraih kemenangan, dengan catatan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.

Bagi Fenerbahçe, hasil 1-1 ini menjadi awal yang cukup positif setelah kembali tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak Desember 2008. Archie Brown menjadi sosok penting dalam pertandingan sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah klub.

Baca juga artikel: Gangsters: Slot Mafia Era 1920-an Dengan Potensi Keuntungan Besar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *