Pertandingan yang diwarnai tiga tendangan penalti di Metropolitano berakhir dengan hasil imbang antara Atlético Madrid dan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Champions.
Atlético Madrid dan Arsenal masih berada dalam posisi yang seimbang di semifinal Liga Champions, setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, yang diwarnai tiga tendangan penalti.
Viktor Gyokeres dan Julian Alvarez sama-sama mencetak gol dari titik penalti di kedua sisi babak pertama, namun keputusan penalti yang dibatalkan menghalangi Arsenal untuk membawa pulang keunggulan ke Emirates pekan depan.
Julian Alvarez dan Noni Madueke sama-sama membuang peluang emas di awal pertandingan, namun Arsenal memanfaatkan peluang yang diberikan kepada mereka menjelang akhir babak pertama.
Viktor Gyokeres dijatuhkan secara ceroboh oleh David Hancko di kotak penalti, dan pemain Swedia itu bangkit untuk melepaskan tendangan penalti yang melewati Jan Oblak, yang melompat ke arah yang benar.
Atletico tampil agresif setelah jeda, dengan Alvarez melepaskan tendangan bebas yang melebar sebelum Ben White dihukum karena handball di kotak penalti setelah tinjauan VAR.
Tendangan penalti Alvarez pada menit ke-56 sangat meyakinkan, dan David Raya hanya bisa diam di garis gawangnya saat melihat bola melesat ke sudut kiri atas gawangnya.
Antoine Griezmann, yang memainkan pertandingan Liga Champions terakhirnya di Metropolitano, kemudian mengenai tiang gawang dengan tendangan chip yang cerdik, sementara Raya harus bertindak cepat dari tendangan sudut berikutnya untuk menggagalkan peluang Alvarez.
Ademola Lookman melihat peluang di menit-menit akhir digagalkan oleh Raya, sebelum Arsenal mengira mereka akan mendapat kesempatan untuk memenangkan leg pertama dari titik penalti. Namun, setelah memeriksa tayangan ulang, wasit menilai kontak yang dilakukan Hancko terhadap Eberechi Eze sangat minim dan membatalkan keputusan awalnya di lapangan.
Analisis Data: Di Tempat
Atletico belum pernah kalah di kandang dari tim Inggris dalam pertandingan babak gugur Liga Champions (3 kemenangan, 4 imbang), meski mereka merasa seharusnya bisa meraih hasil lebih baik.
Mereka mengakhiri pertandingan dengan 2,22 expected goals (xG) dari 18 tembakan, sementara Arsenal hanya 1,5 xG, dengan The Gunners hanya mampu melepaskan dua dari 11 upaya mereka tepat sasaran.
Atleti untuk pertama kalinya mencetak dan kebobolan penalti dalam satu pertandingan Liga Champions, sementara Arsenal melakukannya untuk kedua kalinya.
Tendangan penalti Alvarez merupakan gol ke-25-nya dalam penampilan ke-41 di Liga Champions. Ini adalah jumlah pertandingan terendah yang dibutuhkan seorang pemain Amerika Selatan untuk mencapai angka gol tersebut di kompetisi ini, mengungguli Lionel Messi yang membutuhkan 42 pertandingan.
Baca juga artikel: Leprechauns Diamond Dig Perburuan Berlian Penuh Hoki