Inter menunjukkan keunggulan mereka di babak kedua saat menghadapi Cagliari, dan kini unggul 12 poin di puncak klasemen Serie A berkat kemenangan 3-0 tersebut.
Performa gemilang Marcus Thuram di depan gawang terus berlanjut saat ia membantu Inter meraih kemenangan 3-0 atas Cagliari, yang membawa mereka selangkah lebih dekat ke gelar juara Serie A.
Thuram dan Nicolo Barella mencetak gol dalam rentang waktu empat menit, sebelum Piotr Zielinski menambah gol ketiga di menit-menit akhir, sehingga Inter unggul 12 poin di puncak klasemen menjelang sisa pertandingan akhir pekan ini.
Babak pertama di San Siro minim peluang emas, meski tendangan jarak dekat Federico Dimarco dihalau dari garis gawang oleh Michel Adopo pada menit ke-17, setelah tendangan rendah Thuram dari posisi offside ditepis kiper.
Tendangan Francesco Pio Esposito dari sisi kiri kotak penalti sempat ditepis kiper Caprile dengan sigap, menggagalkan peluang emas yang nyaris berbuah gol. Namun, awal cepat yang ditunjukkan Inter di babak kedua menjadi kunci kemenangan, dengan tekanan intens sejak menit awal yang akhirnya memastikan mereka mengamankan tiga poin penting.
Dimarco menerobos ke depan di sisi kiri dan melepaskan umpan rendah melintasi mulut gawang ke arah Thuram, yang menyundul bola ke gawang kosong tanpa pengawalan di tiang jauh pada menit ke-52.
Dan hanya empat menit kemudian, Nicolo Barella berhasil menggandakan keunggulan Inter. Setelah bola sempat bergulir liar di dalam kotak penalti akibat kemelut di depan gawang, kapten tim itu dengan sigap menyambarnya. Ia kemudian melepaskan tendangan keras dari tepi kotak penalti yang meluncur tajam, tak mampu dibendung kiper, dan membawa Inter semakin menjauh.
Cagliari kesulitan untuk membalas, dan Zielinski menambah keunggulan di menit-menit akhir, dengan tendangan pertama yang melengkung ke sudut kanan atas pada menit ke-92.
Ulasan Data: Dimarco Mencapai Prestasi Baru
Meskipun Marcus Thuram kini telah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan terakhirnya bersama Inter, sorotan justru tertuju pada Federico Dimarco. Bek sayap tersebut tampil impresif dan konsisten memberikan ancaman dari lini belakang, baik melalui umpan-umpan akurat maupun pergerakan agresifnya, sehingga kerap merepotkan pertahanan lawan sepanjang pertandingan.
Dimarco (21: enam gol, 15 assist) menjadi bek pertama yang melampaui 20 keterlibatan gol dalam satu musim Serie A sejak Opta mulai mengumpulkan data pada musim 2004-05.
Ada juga catatan sejarah bagi Zielinski setelah golnya di menit-menit akhir, yang merupakan gol ke-50-nya di Serie A, artinya ia kini menjadi pemain asal Polandia dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.
Baca juga artikel: Stadium Of Riches: Saatnya Raih Kemenangan Di Lapangan Emas