Jakarta — Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, mengungkapkan permintaan maaf kepada para suporter setelah tim nasional gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Dalam posting Instagram pribadinya, ia menyampaikan penyesalan karena belum mampu mewujudkan mimpi bersama untuk membawa Indonesia ke panggung sepakbola dunia.

Kekalahan yang Menjadi Titik Evaluasi

Pertandingan kualifikasi Grup B antara Indonesia melawan Irak menjadi momen pahit. Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia harus menyerah dengan skor tipis 0-1, setelah Irak mencetak gol tunggal melalui Zidane Iqbal. Kemenangan itu membuat Indonesia gagal meraih poin yang diperlukan untuk melaju ke babak berikutnya.

Nasib Indonesia di turnamen tersebut makin sulit ketika posisi mereka menjadi juru kunci grup. Peluang lolos ke Piala Dunia pun tertutup akibat kombinasi hasil yang kurang menguntungkan.

Kesalahan yang Berujung Kegagalan

Rizky Ridho turut menjadi sorotan dalam kekalahan itu. Ia dianggap menjadi penyebab gol Irak, ketika menguasai bola terlalu lama di sisi kanan pertahanan. Kesalahan tersebut dimanfaatkan lawan yang kemudian mendorong bola ke area kotak penalti, hingga akhirnya berhasil dikonversi menjadi gol.

Walaupun begitu, selama pertandingan Ridho mencatatkan aksi defensif yang solid: dua tekel, tiga intersep, dan enam sapuan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa di luar kesalahan fatal, ia juga berupaya bekerja keras menghadang serangan lawan.

Ucapan Rizky dalam Kata & Hati

Dalam unggahannya di media sosial, Rizky menyebut bahwa perjalanan timnas dalam kualifikasi 2026 penuh tantangan dan tidak mudah untuk dilewati. Meskipun hasilnya tidak seperti harapan, ia memastikan bahwa tim telah berusaha dengan sebaik mungkin.

“Perjalanan yang sangat panjang ini harus berhenti. Tidak sesuai dengan harapan dan mimpi kita semua. Tetapi kami selalu berusaha memberikan semuanya untuk negara ini,” tulisnya.
“Terima kasih atas doa dan dukungan yang selalu diberikan kapan pun dan di mana pun. Mohon maaf, kami belum bisa mewujudkan mimpi kalian semua.”

Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk introspeksi dan apresiasi kepada pendukung yang terus memberi semangat, meski hasil akhirnya menyesakkan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *