Dini hari nanti akan menjadi penentuan yang menegangkan karena 2 tim papan bawah Premier League dengan fans segudang akan memperebutkan piala Liga Europa sekaligus satu-satunya kesempatan terakhir untuk ke Liga Champions. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kedua tim dari satu liga yang sama berada di posisi hampir mengenai zona merah masih memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan benefit di peringkat 5 dan 6 klasemen.
The Red Devils memang menjadi unggulan juara. Namun jika diukur berdasarkan komposisi skuad, kedua tim tersebut hampir seimbang dan malah Tottenham unggul di beberapa aspek, seperti lini penyerangan. Kita mengetahui kalau lini penyerangan MU memang sangat tumpul, seperti krisis identitas penyerang. Berbeda dengan Tottenham yang malah terbalik dari MU yang krisis di lini pertahanan, setelah kehilangan Romero dan Davinson Sanchez.
Keunggulan Tottenham Hotspurs juga dinilai dari hasil pertandingan antara Tottenham dan Manchester United di Liga Inggris sebanyak 3 kali yang semuanya dimenangkan oleh klub London Utara. Walaupun sebenarnya kedua tim tersebut tidak tampil terlalu baik di Liga Inggris, kita bisa menyimpulkan kalau kedua tim tersebut sangat fokus di Liga Europa demi memperebutkan hak khusus ke Liga Champions musim depan.
Spurs memang kehilangan beberapa pemain andalan, seperti Dejan Kulusevski dan James Maddison. Belum lagi ada kabar Son Heung Min yang belum pulih sepenuhnya, tetapi ada kemungkinan besar pemain kunci Korsel tersebut bakal bermain dini hari nanti. Berbeda dengan Manchester United yang hampir sepenuhnya fit untuk melawan Tottenham Hotspurs.
Bursa mengunggulkan Manchester United untuk mendapatkan juara yang banyak dipertaruhkan kedua klub tersebut. Prediksi RJP juga sama, yaitu mengunggulkan Manchester United untuk juara. Namun, pertandingan tersebut tidak berakhir begitu saja, bahkan sampai overtime dan bahkan penalti. Jadi, ini akan menjadi laga paling berdarah di sejarah Liga Europa.