Liverpool memang sudah dipastikan juara liga premier Inggris setelah Arsenal sebagai kandidat terkuat tidak mampu mengejar selisih poin di gelaran sisa pertandingan liga premier Inggris. Namun sejak resminya kemenangan The Reds di Premier League, performa Liverpool langsung tidak stabil dan susah sekali untuk mendapatkan kemenangan. Seolah-olah identitas awal musim Liverpool menjadi hilang. Apa penyebabnya?
Dini hari kemarin, The Reds harus takluk dengan klub sekelas Brighton Holves Albion yang di mana kita mengetahui kalau kualitas pemain Liverpool jauh lebih di atas Brighton. Apakah memang Liverpool sengaja mengalah untuk membukit? Karena kedua tim tersebut memang sudah tidak ada pencapaian yang harus dikejar. Brighton harus mengurungkan niat untuk mendapatkan slot piala konfederasi.
Walau Liverpool berhasil memberikan tekanan ke Brighton sebagai tuan rumah dengan skor 3-2, banyak sekali fans The Reds yang mengharapkan kemenangan ataupun seri dari pertandingan tersebut. Untuk posisi striker utama yang biasa diisi Darwin Nunez dan Cody Gakpo, diganti oleh Federico Chiesa yang biasa bermain sebagai sayap Juventus dan Timnas Itali.
Performa yang benar-benar ditunjukkan kelasnya pada malam dini hari tadi adalah Dominik Szoboszlai. Pemuda tersebut berhasil memberikan satu assist dan mencetak gol indah pada pertandingan tersebut. Pemuda tersebut bertindak sebagai arsitek utama alias jenderal lapangan. Tugas tersebut sepenuhnya berhasil diterapkan oleh Dominik dan berhasil tampil memukau sebagai punggawa Liverpool.
Di sisi pertahanan memang banyak pemain muda yang diturunkan. Hanya seorang Virgil van Djik sebagai defender yang senior. Mungkin Jarell Quansah, Connor Bradley, dan Kostas Tsimikas butuh banyak jam terbang di lini pertahanan. Bagi pelatih Liverpool, Arne Slot, kemenangan memberikan pelajaran yang berharga kepada semua pemain. Kemudian, mereka bisa mencoba komposisi dan strategi yang cocok untuk pertandingan yang lebih penting di masa depan.