Amorim

Manchester United menelan kekalahan pertama dalam lima pertandingan pada Senin malam melawan Everton, dengan penampilan yang membuat para penggemar kecewa.

Menjelang pertandingan Senin malam, Manchester United seharusnya terus membangun momentum melawan Everton yang berada di tengah klasemen dan tidak mengharapkan kemenangan.

Keyakinan di Old Trafford semakin meningkat setelah Everton kehilangan satu pemain, tetapi United kemudian kebobolan dan hampir tidak menciptakan peluang yang jelas.

Pertandingan ini sangat menyakitkan untuk ditonton saat United kalah 1-0 dari Everton yang bermain dengan 10 pemain, dan Old Trafford membuat para pemain dan Ruben Amorim tahu persis bagaimana perasaan mereka.

Namun, reaksi Amorim berbicara banyak.

Para suporter Manchester United meneriakkan “serang, serang, serang” saat melawan Everton.

Penampilan United saat melawan Everton sangat buruk, dan Amorim banyak membuat keputusan yang salah, terutama bagaimana tim tetap bertahan sepanjang pertandingan meskipun mengejar gol.

Umpan-umpan ke belakang, dan keberadaan tiga bek tengah di lapangan selama pertandingan berlangsung, memicu keluhan dan erangan dari tribun penonton.

Pada menit ke-78, hal ini memicu seruan “serang, serang, serang” yang mengingatkan kembali pada era Louis van Gaal. Pendapat para suporter memang tepat karena United tidak menunjukkan intensitas serangan sama sekali.

Nyanyian-nyanyian itu adalah hal terakhir yang ingin didengar oleh seorang manajer United, karena mereka tahu sepak bola menyerang adalah suatu keharusan di klub, dan setelah mendengar ini, Amorim bereaksi.

Berdiri tepat di pinggir lapangan, Amorim langsung berteriak kepada para pemainnya dan menunjuk ke arah gawang Everton. Ketika sebuah umpan kemudian mengarah ke belakang, ia mengangkat tangannya ke udara dan membelakangi lapangan dengan marah.

Amorim jelas ingin melihat lebih banyak permainan menyerang; namun, ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para pemain.

Ruben Amorim perlu melakukan penyesuaian pada sistem Manchester United-nya.

Penampilan Manchester United melawan Everton, meskipun buruk, tidaklah mengejutkan, karena hal itu memang sudah diprediksi dan kita sudah melihatnya sebelumnya di bawah Amorim.

Amorim mengakui ia khawatir akan mengulangi kesalahan di United, tetapi ia sudah khawatir karena ia tetap konsisten dengan sistem tersebut dan tidak memiliki rencana cadangan.

Ke depannya, terutama dalam pertandingan ketika United mengejar gol, ia perlu mendobrak aturan tiga bek dan membuat sistem lebih menyerang.

Ini bisa semudah memasukkan Shea Lacey untuk menggantikan Patrick Dorgu, alih-alih Diogo Dalot, atau mendatangkan lebih banyak penyerang dari akademi.

Rio Ferdinand dan Ruben Amorim sepakat soal intensitas Man United vs Everton

Mantan bek Manchester United itu menggunakan media sosial untuk menyebut hasil tersebut “menyakitkan” dan mengklaim Setan Merah “tidak memiliki urgensi” pada malam itu.

Ia berkata: “Menyakitkan menyaksikan ini. Tidak ada urgensi – penampilan yang sangat familiar yang telah sering kita saksikan selama bertahun-tahun di Old Trafford!”

Sulit untuk tidak setuju dengan Ferdinand. United banyak melakukan kesalahan saat melawan Everton, dan meskipun beberapa penampilan buruk, banyak kesalahan juga harus ditimpakan pada Amorim.

Manajer United itu sependapat dengan Ferdinand pascapertandingan bahwa ada kurangnya “intensitas”, yang menjadi katalis utama dalam kekalahan tersebut.

Ia mengatakan kepada BBC Sport: “Mereka adalah tim yang lebih baik dengan 11 pemain dan 10 pemain. Saya merasa kami tidak berada di sana dengan intensitas yang sama. Mereka pantas menang.

“Tim lawan membantu kami dengan kartu merah itu. Kami perlu berbuat lebih banyak di setiap momen. Jika mereka memiliki 10 pemain, mari kita dorong mereka ke sepertiga akhir.” Kita perlu berbuat lebih banyak.”

Apakah ini terasa seperti kemunduran? “Ya. Terutama dalam cara kami bermain. Lupakan hasilnya. Hasilnya memang buruk, tetapi saya lebih khawatir dengan perasaan yang saya rasakan selama pertandingan.

“Semua orang harus bermain lebih baik hari ini.”

Itu adalah kesempatan untuk masuk ke lima besar, dan mereka menyia-nyiakannya melawan sepuluh pemain. Itu mungkin penampilan terburuk mereka di Liga Primer musim ini.

Baca juga artikel: GTA 6 Tertunda, 2025 Jadi Tahun Emas Video Game

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *