Modric Selamatkan AC Milan dari Hasil Imbang

Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya ketika mencetak gol krusial di menit ke-85 untuk memastikan kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa. Gol tersebut menjaga asa Rossoneri dalam perburuan gelar tetap hidup, meski pertandingan diwarnai kartu merah Adrien Rabiot di menit-menit akhir.

Babak Pertama: Milan Dominan, Pisa Bertahan

Peluang Awal Pisa Digagalkan Maignan

Pisa hampir membuka keunggulan melalui Filip Stojilkovic yang lolos ke depan gawang, namun kiper Milan, Mike Maignan, dengan sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang emas tersebut.

Gol Pembuka Ruben Loftus-Cheek

Tekanan Milan akhirnya terbayar tepat sebelum turun minum. Ruben Loftus-Cheek mencetak gol pembuka lewat sundulan akurat memanfaatkan umpan matang Zachary Athekame. Gol ini mengubah momentum dan memberi kepercayaan diri bagi tuan rumah jelang babak kedua.

Babak Kedua: Drama Penalti dan Gol Penentu

Pisa Samakan Kedudukan Lewat Loyola

Pisa mampu menyamakan skor melalui Felipe Loyola yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Milan, membuat laga kembali terbuka dan menegangkan.

Penalti Fullkrug yang Gagal

Niclas Fullkrug masuk dari bangku cadangan dan mendapat peluang emas untuk membawa Milan unggul setelah Strahinja Pavlovic dilanggar di kotak penalti. Namun, tendangan penalti mantan striker West Ham itu membentur tiang kiri gawang dan gagal berbuah gol.

Gol Penentu Luka Modric

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Modric melakukan kerja sama satu-dua dengan Samuele Ricci sebelum menghindari hadangan Simone Canestrelli dan mencetak gol penentu yang memastikan kemenangan Milan.

Insiden Kartu Merah Adrien Rabiot

Dua Kartu Kuning dalam 20 Detik

Adrien Rabiot hampir membuat situasi menjadi sulit bagi Milan setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat—pertama akibat pelanggaran di tepi kotak penalti, dan yang kedua karena protes. Meski bermain dengan 10 orang, Milan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Statistik Laga: Milan Pantas Menang

Milan tampil lebih dominan dengan catatan 2,35 expected goals (xG), jauh di atas Pisa yang hanya mencatat 0,77 xG. Kedua tim sama-sama melepaskan tujuh tembakan, namun efektivitas Milan menjadi pembeda utama.

Rekor dan Dampak di Klasemen Serie A

Modric Ukir Sejarah di Usia 40 Tahun

Pada usia 40 tahun dan 157 hari, Modric menjadi pemain ketiga tertua yang mencetak gol di Serie A, setelah Alessandro Costacurta dan Zlatan Ibrahimovic.

Milan Dekati Puncak Klasemen

Kemenangan ini membuat Milan hanya tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, Inter. Rossoneri juga menyamai rekor poin terbaik kedua mereka setelah 24 laga liga di era tiga poin, hanya kalah dari musim legendaris 2003–04.

Ringkasan Laga: Usia Hanyalah Angka bagi Modric

Kemenangan ini menegaskan bahwa pengalaman dan kualitas masih menjadi faktor penentu di level tertinggi. Luka Modric sekali lagi membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan Milan masih layak diperhitungkan dalam perebutan gelar musim ini.

Baca juga artikel: Kenapa RTP Tinggi Bukan Jaminan Menang?

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *