Sunderland melesat ke peringkat delapan besar Liga Premier dengan mengalahkan Burnley yang berada di papan bawah dengan skor 3-0 di Stadium of Light.

Burnley yang tengah berjuang di Liga Premier gagal memberikan perlawanan berarti saat menghadapi Sunderland. Tim asuhan Regis Le Bris tampil dominan sejak awal laga dan mengontrol permainan sepenuhnya. Tekanan beruntun membuat Burnley kesulitan keluar dari area sendiri, hingga Sunderland dengan mudah mengamankan kemenangan meyakinkan tiga gol pada laga Selasa dini hari tersebut.

Habib Diarra tampil sebagai bintang bagi The Black Cats saat mereka bangkit dari kekalahan di markas West Ham. Gelandang muda itu memimpin permainan dengan performa impresif dan kontribusi krusial. Meski masih tanpa kehadiran Granit Xhaka, tim mampu menunjukkan karakter kuat dan meraih hasil positif.

Diarra, yang melakukan debutnya untuk Sunderland sejak kembali dari Piala Afrika, awalnya mengira ia telah mencetak gol pertamanya di Premier League pada menit kesembilan, namun gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Axel Tuanzebe.

Namun, Diarra akhirnya mencetak golnya sendiri pada menit ke-32, saat tendangannya mengalahkan Martin Dubravka, yang seharusnya bisa melakukan lebih baik.

Chemsdine Talbi mencetak gol spektakuler pada menit ke-72, dengan tendangan jarak jauhnya menghantam mistar gawang dan masuk ke gawang, menambah keunggulan.

Sunderland perlahan merangkak naik ke papan tengah klasemen dengan menempati peringkat kedelapan. Sebaliknya, situasi Burnley kian mengkhawatirkan setelah mereka kini tanpa kemenangan dalam 15 laga Premier League. Jarak 11 poin dari zona aman membuat perjuangan mereka bertahan di liga semakin berat.

RIngkasan Pertandingan: Clarets yang tak berdaya menuju degradasi?

Burnley telah imbang dalam tiga pertandingan liga terakhir mereka, melawan Manchester United, Liverpool, dan Tottenham, tetapi tim Scott Parker tampil buruk dalam kekalahan ini.

Mereka memiliki 55,8% penguasaan bola, namun hanya menghasilkan lima tembakan, dan tidak satupun dari tembakan tersebut mengarah ke gawang. Ini adalah kali keempat musim ini mereka gagal mencetak tembakan yang mengarah ke gawang dalam pertandingan liga.

The Clarets menciptakan peluang dengan nilai 0,06 expected goals, sementara Sunderland mengakhiri pertandingan dengan 1,47 xG. Rekor 15 pertandingan tanpa kemenangan Burnley adalah yang terpanjang dalam kompetisi ini.

Diarra, bagaimanapun, menjadi pemain terbaik Sunderland. Pemain internasional Senegal ini tidak hanya memiliki jumlah tembakan terbanyak bersama tuan rumah, tetapi juga memenangkan empat dari enam duel dalam penampilan yang sangat impresif.

Baca juga artikel: Istilah Penting dalam Game Online: RTP, Winrate, Bonus, dan Turnover

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *