Barcelona masih memimpin atas Real Madrid dengan selisih empat poin di puncak klasemen LaLiga setelah Los Blancos kalah dalam pertandingan yang tertunda, 1-0 di kandang melawan Getafe.
Real Madrid gagal memperkecil selisih poin dengan Barcelona di LaLiga setelah gol spektakuler Martin Satriano membuat mereka kalah 1-0 dari Getafe, dengan kedua tim berakhir dengan 10 pemain.
Tanpa beberapa pemain cedera termasuk Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, tim asuhan Alvaro Arbeloa menelan kekalahan liga kedua berturut-turut, dengan Franco Mastantuono diusir karena protes dan Adrian Liso mengikuti karena mengulur waktu menjelang akhir pertandingan.
Kiper tamu David Soria sibuk di 25 menit pertama, menggagalkan tendangan Vinicius Junior dengan kakinya dan memblokir tembakan sudut Arda Guler, meski Madrid mungkin beruntung masih memiliki 11 pemain di lapangan saat Antonio Rudiger secara tidak perlu menekuk lututnya ke kepala Diego Rico.
Dan Getafe unggul melawan arus permainan enam menit sebelum babak pertama berakhir, saat tendangan voli indah Satriano dari tepi kotak penalti melesat melewati Thibaut Courtois dan masuk ke pojok kanan atas gawang.
Madrid terus mendominasi penguasaan bola di babak kedua, tetapi mereka disoraki oleh para pendukungnya karena gagal menembus pertahanan lawan, hingga melewatkan peluang emas di menit ke-75.
Rudiger berhasil menyambut umpan sudut Mastantuono, tetapi sundulan pemain Jerman itu melebar dari gawang yang terbuka lebar, sementara bek tengah lainnya, Dean Huijsen, juga tidak bisa menyentuh bola di dekat tiang kiri.
Tak lama setelah itu, umpan silang Mastantuono kembali menemukan Rodrygo, namun sundulan diving-nya memantul kembali melintasi gawang dan melebar, dengan Dani Carvajal gagal menyarangkan bola ke gawang.
Situasi semakin memburuk bagi Madrid ketika wasit Alejandro Muniz Ruiz memberikan kartu merah langsung kepada Mastantuono karena protes pada menit ke-95, sementara Liso dari Getafe mendapat kartu kuning kedua karena menendang bola menjauh tepat sebelum peluit akhir dibunyikan.
Ringkasan Laga: Bordalas akhirnya mengalahkan Los Blancos
Sebelum pertandingan ini, Madrid telah memenangkan 16 pertandingan kandang berturut-turut melawan Getafe di LaLiga, hanya pernah memenangkan lebih banyak berturut-turut melawan Racing Santander dari 1952 hingga 1994 (18).
Selain itu, pelatih Getafe Jose Bordalas telah menghadapi Madrid 16 kali di LaLiga tanpa pernah menang (dua imbang, 14 kekalahan), menjadikannya satu-satunya klub yang pernah dihadapi Bordalas lebih dari sekali tanpa pernah menang.
Namun, kutukan itu berakhir pada malam yang tak terlupakan bagi Getafe, yang naik ke peringkat ke-11 di klasemen LaLiga yang padat, menggeser Girona dan Sevilla. Dengan tiga kemenangan dari empat pertandingan terakhir (satu kekalahan), mereka kini unggul delapan poin dari zona degradasi.
Madrid memiliki penguasaan bola 77,1%, melepaskan 18 tembakan berbanding sembilan milik Getafe, dan unggul dalam perhitungan gol yang diharapkan (xG) dengan 1,57 berbanding 0,49, namun mereka tidak dapat memanfaatkannya dan tetap tertinggal empat poin dari Barcelona.
Baca juga artikel: Gaji Tertinggi di The Sims 4 per Maret 2026