Frosinone Hancurkan Lecce 5-1 dan Catat Awal Musim Bersejarah

Frosinone kembali menunjukkan performa luar biasa di Serie A setelah menghancurkan Lecce dengan skor telak 5-1. Bermain dengan penuh percaya diri, Canarini berhasil mengamankan tiga poin penting yang membawa mereka naik ke posisi keenam klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari AC Milan.

Hasil ini semakin memperkuat status Frosinone sebagai salah satu kejutan terbesar musim ini. Setelah berhasil promosi dari Serie B, mereka justru mampu bersaing dengan sejumlah klub papan atas dan menunjukkan konsistensi yang mengesankan.

Sebelumnya, Frosinone juga mencuri perhatian setelah bermain imbang 4-4 melawan Atalanta pada akhir pekan lalu. Kini, kemenangan besar atas Lecce menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Frosinone Tampil Dominan Sejak Babak Pertama

Pertandingan berlangsung cukup terbuka sejak awal. Lecce sempat mendapatkan peluang pertama melalui Joel Monteiro yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Namun, Lorenzo Palmisani tampil sigap dan berhasil menepis bola yang mengarah ke bawah mistar gawang.

Setelah melewati beberapa peluang yang belum membuahkan hasil, Frosinone akhirnya memecah kebuntuan. Fares Ghedjemis mengirimkan umpan dari sisi kanan kepada Matteo Cichella yang berada di dalam kotak penalti. Tanpa membuang waktu, Cichella melepaskan tendangan keras dan rendah ke sudut gawang untuk membawa tuan rumah unggul.

Penalti Kontroversial Menggandakan Keunggulan

Frosinone hampir menambah gol melalui Giorgi Kvernadze. Ia berhasil melewati pemain bertahan setelah menerima umpan Romano Schmid, tetapi Wladimiro Falcone melakukan penyelamatan gemilang.

Menjelang akhir babak pertama, pertandingan diwarnai kontroversi. Omri Gandelman terjatuh setelah mendapat tekanan dari Giacomo Calò. Frosinone kemudian melancarkan serangan balik dan Kvernadze terlibat kontak dengan Jamil Siebert di dalam kotak penalti.

Wasit memutuskan memberikan hadiah penalti meskipun insiden tersebut dinilai melibatkan kontak minimal. Calò yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Frosinone unggul 2-0.

Frosinone Semakin Tak Terbendung pada Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Lecce mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Amar Fatah dan kembali menggunakan formasi empat pemain bertahan. Pergantian tersebut memberikan sedikit energi tambahan bagi tim tamu.

Fatah sempat melepaskan tembakan jarak jauh yang memaksa Palmisani melakukan penyelamatan. Namun, Frosinone tetap mampu mengendalikan permainan. Falcone juga harus bekerja keras untuk menggagalkan peluang Ghedjemis dan sundulan Anthony Oyono.

Raimondo dan Birligea Tambah Keunggulan

Frosinone akhirnya memperlebar jarak melalui Antonio Raimondo. Penyerang tersebut memulai serangan dengan mengirimkan bola panjang dari wilayah pertahanannya sendiri kepada Kvernadze di sisi kiri.

Raimondo kemudian berlari ke depan untuk menerima umpan balik sebelum menyelesaikan peluang dari jarak sekitar 10 yard. Gol tersebut menjadi gol kedelapannya di Serie A musim ini, sekaligus membuatnya berada di puncak daftar pencetak gol bersama Gustavo Varela dari Monza.

Daniel Birligea kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor. Baru dua menit berada di lapangan, ia berhasil memanfaatkan umpan brilian dari Schmid. Meski sempat dianulir karena dianggap offside, pemeriksaan VAR memastikan posisinya masih sejajar sehingga gol tetap disahkan.

Lecce Sempat Membalas, tetapi Frosinone Mengunci Kemenangan

Lecce akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Joel Monteiro. Berawal dari keberhasilan Olaf Gorter merebut bola dari Anouar El Azzouzi di lini tengah, Lecce melancarkan serangan balik cepat.

Monteiro kemudian melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kanan dari dalam kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Palmisani.

Namun, Frosinone belum selesai. Pada menit-menit terakhir pertandingan, mereka kembali mencetak gol melalui skema sepak pojok pendek. Kvernadze mengirimkan umpan ke belakang dari garis gawang yang langsung disambar Birligea dari jarak sekitar tujuh yard.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak 5-1 bagi Frosinone sekaligus menegaskan dominasi mereka sepanjang pertandingan.

Rekor Bersejarah bagi Tim Promosi Serie A

Kemenangan atas Lecce memiliki arti lebih besar daripada sekadar tambahan tiga poin. Frosinone kini mencatatkan awal musim terbaik sepanjang sejarah klub yang baru promosi ke Serie A.

Pencapaian tersebut menyamai rekor Juventus ketika kembali dari Serie B pada 2007. Catatan ini menjadi bukti bahwa Frosinone mampu memberikan persaingan serius meskipun berstatus sebagai tim promosi.

Dengan menempati posisi keenam dan hanya terpaut satu poin dari AC Milan, Canarini memiliki alasan kuat untuk terus bermimpi menembus papan atas. Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, Frosinone berpeluang menjadi salah satu cerita paling menarik dalam perjalanan Serie A musim ini.

Baca juga artikel: Queen of Queens Habanero: Review Tema Dan Fitur Permainan

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *