Lazio Hancurkan Sassuolo 6-2 dan Kembali ke Puncak Serie A

Lazio menunjukkan performa impresif saat bertandang ke markas Sassuolo di Stadion MAPEI. Tim asuhan Gattuso sukses meraih kemenangan telak 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung penuh drama, dengan delapan gol tercipta, dua penalti gagal, dan satu kartu merah. Hasil ini membawa Lazio kembali ke puncak klasemen Serie A sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka pada awal musim.

Meski demikian, posisi Lazio masih berpotensi berubah apabila Inter Milan berhasil mengalahkan Venezia pada pertandingan berikutnya. Persaingan di papan atas pun semakin menarik, terutama dengan Lazio yang mulai menunjukkan konsistensi dalam perburuan gelar juara.

Lazio dan Sassuolo Sajikan Babak Pertama Penuh Gol

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Kenneth Taylor membawa Lazio unggul lebih dahulu. Namun, Sassuolo segera memberikan respons melalui Kristian Thorstvedt yang sukses menyamakan kedudukan setelah menerima umpan akurat dari Josh Doig.

Laga berlangsung terbuka dengan kedua tim saling melancarkan serangan. Lazio kemudian kembali memimpin melalui Gustav Isaksen yang melepaskan tembakan dari sudut sempit. Romano Floriani Mussolini menambah keunggulan tim tamu pada menit ke-16 melalui penyelesaian yang akurat.

Kartu Merah Mengubah Jalannya Pertandingan

Sassuolo menghadapi situasi semakin sulit setelah Thorstvedt menerima kartu merah langsung akibat tekel terlambat terhadap Mattia Zaccagni, tepat setelah pertandingan melewati menit ke-30.

Bermain dengan sepuluh pemain membuat tuan rumah kesulitan mengimbangi tekanan Lazio. Sebastiano Esposito sempat memperkecil ketertinggalan Sassuolo, tetapi Zaccagni kembali mencetak gol menjelang akhir babak pertama. Lazio pun memasuki jeda dengan keunggulan yang lebih nyaman.

Tijjani Noslin Cetak Dua Gol pada Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Lazio terus mendominasi permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Mereka memperoleh hadiah penalti setelah Simone Cinquegrano menghalangi tendangan melengkung Zaccagni menggunakan tangan. Sayangnya, eksekusi sang kapten terlalu lemah sehingga berhasil diamankan kiper Stefano Turati.

Pada menit ke-55, Tijjani Noslin memperbesar keunggulan Lazio melalui tembakan melengkung dari jarak jauh yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang. Turati kembali menunjukkan kemampuannya ketika menggagalkan penalti kedua Lazio, kali ini setelah Davide Frattesi gagal memanfaatkan kesempatan yang diperoleh menyusul pelanggaran terhadap Isaksen.

Gol Kedua Noslin Memastikan Kemenangan Lazio

Kegagalan dua penalti tidak menghentikan momentum Lazio. Noslin kembali mencatatkan namanya di papan skor sekitar sepuluh menit setelah gol pertamanya. Ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan atas gawang, membuat Turati tidak mampu melakukan penyelamatan.

Matteo Cancellieri sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan Lazio pada penghujung pertandingan. Namun, sundulannya melebar meskipun tidak mendapat tekanan berarti, sementara peluang berikutnya berhasil diblok di dalam kotak penalti. Skor 6-2 pun bertahan hingga peluit akhir.

Catatan Positif Lazio dalam Perburuan Scudetto

Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Lazio. Mereka mengumpulkan 3,39 expected goals (xG), meskipun angka tersebut turut dipengaruhi oleh dua hadiah penalti. Keunggulan jumlah pemain juga dimanfaatkan dengan baik untuk mempertahankan tekanan sepanjang pertandingan.

Zaccagni tampil menonjol meskipun gagal mengeksekusi penalti. Ia mencetak satu gol, memberikan dua assist, menciptakan empat peluang, menyelesaikan tiga dari empat percobaan dribel, serta memenangkan tujuh dari sembilan duel.

Rekor Tak Terkalahkan Mengingatkan pada Musim Juara

Lazio kini tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan pertama mereka musim ini. Pencapaian tersebut menjadi yang kelima sepanjang sejarah klub dan yang pertama sejak musim 1999-2000, ketika Lazio terakhir kali menjuarai Serie A.

Dengan tidak mengikuti kompetisi Eropa musim ini, Lazio memiliki kesempatan untuk memusatkan perhatian pada liga domestik. Meski perjalanan menuju gelar masih panjang, kemenangan atas Sassuolo memperlihatkan bahwa tim asuhan Gattuso berpotensi menjadi pesaing serius Inter Milan dalam perebutan Scudetto.

Baca juga artikel: Arcane Elements Habanero: Fitur, Tema Dan Panduan Bermain

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *