Aston Villa berhasil meraih trofi besar pertama mereka dalam 30 tahun terakhir setelah Unai Emery kembali mengantarkan timnya meraih gelar Liga Europa dengan mengalahkan Freiburg.

Unai Emery mengantongi gelar Liga Europa kelimanya setelah membawa Aston Villa meraih trofi Eropa pertama mereka sejak 1982 melalui kemenangan telak 3-0 atas Freiburg di final.

Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers sama-sama mencetak gol di Tupras Stadyumu saat Villa mengakhiri penantian 30 tahun mereka untuk meraih trofi besar dengan penuh gaya.

Villa memulai pertandingan dengan agresif, dengan Rogers memaksa Noah Atubolu melakukan penyelamatan gemilang dalam tiga menit pertama sebelum Nicolas Hofler melepaskan tembakan yang melebar tipis di sisi lain tak lama setelahnya.

Villa menghentikan momentum Freiburg pada menit ke-41. Rutinitas tendangan sudut pendek bekerja dengan sempurna bagi tim asuhan Emery saat Rogers melepaskan umpan silang indah ke sisi jauh kotak penalti, di mana Tielemans melakukan sprint terlambat untuk melepaskan tendangan voli yang mendarat di pojok kiri bawah gawang.

Dan menjelang akhir babak pertama, Villa memberikan pukulan telak kepada Freiburg saat John McGinn mengoper bola ke Buendia di tepi kotak penalti dan pemain Argentina itu melepaskan tendangan melengkung yang menakjubkan ke sudut kiri atas gawang.

Pada menit ke-58, Rogers memastikan kemenangan saat ia menjulurkan kakinya untuk mengarahkan umpan silang rendah Buendia melewati Atubolu di tiang dekat.

Villa berusaha mencetak gol keempat saat Freiburg gagal menunjukkan dominasi, dengan Amadou Onana melepaskan sundulan yang membentur tiang gawang sebelum Buendia melepaskan tembakan dari jarak dekat yang masih membentur jaring samping.

Freiburg, yang baru kali kedua tampil di final turnamen besar sepanjang sejarah mereka, berusaha melakukan perlawanan di menit-menit akhir, namun Martinez dengan sigap menggagalkan peluang Johan Manzambi yang berada dalam posisi offside, sementara Villa dengan tenang mengamankan kemenangan dan mengangkat trofi.

Analisis Data: Emery menunjukkan kelasnya di level Eropa

Emery mungkin telah mengabaikan gelar ‘Raja Liga Europa’ menjelang kick-off, namun tak ada yang bisa membantah prestasinya setelah ia menjadi orang pertama yang mengangkat trofi ini bersama tiga klub berbeda.

Ia memenangkan tiga gelar bersama Sevilla dan satu bersama Villarreal, tetapi gelar ini akan terasa sangat istimewa bagi Villa, yang terakhir kali menjuarai kompetisi Eropa di Piala Eropa 1982 (melawan Bayern Munich).

Emery kini telah memenangkan 108 pertandingan bersama Villa – rekor terbanyaknya di satu klub sepanjang karier manajerialnya. Ia juga telah memenangkan sembilan dari 11 final yang ia jalani sebagai manajer.

Ada beberapa momen kualitas individu yang luar biasa, dan Rogers serta Buendia menjadi pasangan rekan setim kedua yang mencetak gol dan memberikan assist dalam final Liga Europa setelah Eden Hazard dan Olivier Giroud untuk Chelsea melawan Arsenal asuhan Emery pada musim 2018-19.

Ini adalah kemenangan yang pantas bagi Villa, yang mengumpulkan 2,08 expected goals (xG) dari 17 tembakan mereka, sementara Freiburg hanya mengumpulkan 0,22 dari empat percobaan.

Baca juga artikel: Nugget n’ Nonsense: Slot Modern Dengan Visual Kartun Unik

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *