Meskipun tertinggal 2-0 di awal babak pertama, Inter berhasil membalikkan keadaan dengan cepat dan mengalahkan Pisa 6-2, tetap berada di puncak klasemen Serie A.
IInter Milan menampilkan comeback luar biasa sejak babak pertama dengan membalikkan keadaan dari ketertinggalan 2-0. Nerazzurri lalu tampil dominan dan mencetak gol demi gol hingga menundukkan Pisa dengan skor telak 6-2 di Serie A. Hasil impresif ini membuat Inter semakin nyaman di puncak klasemen dengan jarak enam poin dari para pesaing terdekat.
Setelah dua gol Stefano Moreo dalam 23 menit pertama, yang disebabkan oleh kesalahan kiper Inter Yann Sommer, Pisa memimpin secara mengejutkan. Gol dari Piotr Zielinski, Lautaro Martinez, dan Francesco Esposito membantu Nerazzurri membalikkan keadaan.
Pisa memimpin secara mengejutkan pada menit ke-11 ketika Sommer mengoper bola langsung ke Moreo, yang melengkungkan bola ke gawang dari jarak jauh sebelum menggandakan skornya tak lama setelah itu dengan sundulan di tiang dekat dari tendangan sudut Matteo Tramoni.
Tramoni terlibat di sisi lain pada menit ke-39, saat ia menyentuh bola di kotak penalti, membuat Inter mendapat penalti. Zielinski melepaskan tendangan keras dari jarak 12 yard dan memicu pembalikan keadaan yang mengejutkan di babak pertama.
Federico Dimarco, yang masuk sebagai pengganti di babak pertama, melihat umpannya disundul oleh Martinez, sebelum Alessandro Bastoni membantu Esposito mencetak gol dengan cara yang hampir identik dari sayap kiri, memberikan Inter keunggulan.
Babak kedua menjadi dominasi Inter, dengan 17 tembakan dibandingkan dua tembakan Pisa setelah jeda, dan Dimarco mencetak gol keempat untuk tuan rumah sebelum membantu Ange-Yoan Bonny mencetak gol kelima, sementara Henrikh Mkhitaryan mencetak gol dari jarak satu yard di waktu tambahan untuk mengamankan kemenangan.
Ringkasan Data: Dimarco, Pemain Cadangan Terbaik di Babak Pertama
Meskipun memulai dengan kurang meyakinkan, Inter akhirnya menampilkan performa dominan. Secara keseluruhan, mereka menghasilkan 4,78 gol yang diharapkan dari 33 tembakan, sementara Pisa hanya 0,34 dari delapan upaya.
Cristian Chivu memasukkan Dimarco saat Inter tertinggal 2-0, dan bek kiri yang agresif ini memberikan dampak yang diinginkan oleh manajernya. Selain mencetak satu gol dan dua assist, Dimarco menciptakan peluang terbanyak dalam pertandingan (enam) sementara hanya Esposito (lima) yang melakukan lebih banyak tembakan daripada bek tersebut (empat).
Moreo, di sisi lain, menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol dalam 30 menit pertama pertandingan Serie A melawan Inter sejak Zlatan Ibrahimovic untuk AC Milan pada Oktober 2020 (pada menit ke-13 dan ke-16 dalam kasus tersebut).
Baca juga artikel: Pokemon GO Tambah Pokemon Generasi 9 di Februari 2026