Bologna melaju ke perempat final Liga Europa dengan mengorbankan sesama tim Serie A, Roma, yang kalah dengan agregat 5-4.
Bologna berhasil menang dalam laga seru yang menghasilkan tujuh gol setelah mengalahkan Roma 4-3 lewat perpanjangan waktu di Stadio Olimpico, sehingga menang dengan agregat 5-4 pada babak 16 besar Liga Europa.
Nicolo Cambiaghi menjadi pahlawan kemenangan bagi Bologna, mencetak gol pada menit ke-111 untuk membungkam para pendukung Roma dan memastikan laga perempat final melawan Aston Villa asuhan Unai Emery.
Setelah intervensi terakhir Zeki Celik menggagalkan peluang Santiago Castro di awal pertandingan, Jonathan Rowe mencetak gol dengan tendangan indah ke sudut kanan atas gawang pada menit ke-22 setelah menerima umpan di tepi kotak penalti.
Keunggulan itu hanya bertahan 10 menit saat Evan Ndicka menyundul bola dari tendangan sudut Lorenzo Pellegrini, meski Bologna kembali unggul sebelum jeda saat Federico Bernardeschi mencetak gol dari titik penalti setelah Stephan El Shaarawy menjatuhkan Nadir Zortea di kotak penalti.
Tim tamu memperlebar keunggulan menjadi 3-1 di leg kedua pada awal babak kedua saat Castro melepaskan tembakan keras yang melewati Mile Svilar setelah usaha gigih dari Rowe, meski Roma mendapat peluang hidup ketika Remo Freuler melanggar Robinio Vaz dan Donyell Malen mencetak gol penalti sendiri pada menit ke-69.
Kemudian Pellegrini, yang dua kali nyaris mencetak gol dari tendangan bebas di kedua sisi jeda babak, menyamakan kedudukan dalam laga ini dengan tendangan jarak jauh yang tak mampu dijangkau Federico Ravaglia saat waktu normal tersisa 10 menit.
Kedua tim tampak seimbang di babak perpanjangan waktu, namun sembilan menit menjelang akhir, Thijs Dallinga melepaskan umpan yang sangat akurat kepada Cambiaghi, yang tendangannya membentur bagian dalam tiang dekat sebelum meluncur ke sudut jauh gawang.
Ringkasan Laga: Bologna Berjuang Keras untuk Meraih Kemenangan di Colosseum Roma
Sepertinya Roma ditakdirkan untuk menang setelah bangkit dari ketertinggalan 3-1 di leg kedua, tetapi Bologna menolak menyerah di Stadio Olimpico.
Meskipun Bologna kalah dalam pertarungan expected goal (xG) dengan skor 2,09 berbanding 1,69, tim tamu mencatatkan lebih banyak tembakan tepat sasaran (sembilan berbanding tujuh) dan menciptakan lebih banyak peluang emas (empat berbanding dua).
Tampaknya Vincenzo Italiano telah menarik Rowe dan Castro terlalu dini, dengan kedua penyerang tersebut memimpin perlawanan Bologna. Rowe menciptakan empat peluang, terbanyak dalam pertandingan tersebut, sementara Castro mencatat tembakan terbanyak untuk Bologna (tiga), meskipun pada akhirnya hal itu membuahkan hasil.
Baca juga artikel: Kejutan Besar! Rilis Baru Cyberpunk 2077 Di Luar Dugaan