Real Madrid Menang Dramatis atas Espanyol di Era Kedua Mourinho
Real Madrid mengawali perjalanan kompetitif di bawah asuhan Jose Mourinho dengan kemenangan dramatis. Los Blancos sukses mengalahkan Espanyol dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir. Meski sempat kehilangan keunggulan, Madrid akhirnya membawa pulang tiga poin berkat gol penentu Carlos Espi pada menit ke-90.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi Mourinho dalam masa jabatan keduanya sebagai pelatih Real Madrid. Tim asal ibu kota Spanyol tersebut menunjukkan karakter kuat untuk tetap mengejar kemenangan meski pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Bellingham Buka Keunggulan Real Madrid
Sundulan Bellingham Membawa Madrid Unggul
Real Madrid langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Hasilnya, Jude Bellingham berhasil membawa Los Blancos unggul ketika laga baru memasuki menit kesembilan. Gelandang asal Inggris tersebut mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan tendangan bebas yang dilepaskan Arda Guler.
Gol tersebut membuat Madrid berada dalam posisi ideal untuk mengontrol jalannya pertandingan. Namun, Espanyol tidak menyerah dan perlahan mampu meningkatkan tekanan kepada tim tamu.
Tuan rumah sempat memberikan ancaman melalui Edu Exposito yang melepaskan tendangan melengkung, meski bola masih melambung di atas mistar. Tekanan Espanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30.
Serangan yang dibangun dengan sabar dari lini belakang menghasilkan umpan terobosan Javi Hernandez kepada Cala. Penyerang Espanyol tersebut berhasil menaklukkan Thibaut Courtois dengan tendangan kaki kiri untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Espanyol Berikan Perlawanan Sengit
Setelah kedudukan kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Espanyol bahkan memiliki peluang untuk berbalik unggul sebelum babak pertama berakhir. Roberto Fernandez gagal memanfaatkan peluang sundulan dari jarak dekat setelah menerima umpan dari Omar El Hilali.
Di sisi lain, Real Madrid tetap mengandalkan kualitas para pemain depannya. Marko Dmitrovic harus bekerja keras untuk menggagalkan upaya Kylian Mbappe yang mencoba melepaskan tembakan ke tiang dekat.
Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan intensitas permainan. Bellingham kembali hampir mencetak gol melalui peluang yang mirip dengan gol pembukanya. Namun, Dmitrovic melakukan penyelamatan gemilang hingga bola membentur mistar gawang.
Federico Valverde juga nyaris mengembalikan keunggulan Madrid. Tendangan datarnya dari luar kotak penalti sempat membuat Dmitrovic tidak berdaya, tetapi bola hanya mengenai bagian luar tiang gawang.
Carlos Espi Jadi Pahlawan di Menit Akhir
Gol Debut Espi Pastikan Tiga Poin
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang, Madrid akhirnya menemukan momen penentu. Kylian Mbappe menerobos masuk ke kotak penalti dan memicu kekacauan di lini pertahanan Espanyol.
Bola liar kemudian jatuh ke arah Carlos Espi. Pemain berusia 21 tahun itu bergerak lebih cepat daripada Dmitrovic dan berhasil menyambar bola sebelum menceploskannya ke gawang kosong pada menit ke-90.
Gol tersebut langsung mengubah suasana Stadion RCDE. Para pemain Real Madrid merayakan kemenangan dengan penuh suka cita, sementara para pendukung tuan rumah terdiam melihat timnya kehilangan poin pada penghujung laga.
Espi menjadi pahlawan dalam debutnya bersama Madrid setelah didatangkan dari Levante dengan nilai transfer €25 juta. Musim lalu, ia menjadi pencetak gol terbanyak Levante di LaLiga dengan torehan 11 gol. Kesempatan yang diberikan Mourinho langsung dibalas dengan penampilan menentukan.
Mourinho Awali Musim dengan Kemenangan
Secara statistik, Real Madrid sebenarnya tampil lebih dominan. Los Blancos mencatatkan 21 tembakan dan menghasilkan 2,92 expected goals (xG), sedangkan Espanyol hanya melepaskan delapan tembakan dengan nilai 1,12 xG.
Gol Bellingham juga memperpanjang catatan menariknya. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak setidaknya satu gol melalui sundulan dalam empat musim terakhir di LaLiga.
Sementara itu, Mourinho mencatatkan kemenangan kelima atas Espanyol dalam tujuh pertemuan di LaLiga. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang, membuat Espanyol menjadi salah satu lawan yang belum pernah dikalahkannya di kompetisi kasta tertinggi Spanyol.
Dengan Barcelona yang akan memulai musim menghadapi Elche, kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Madrid. Los Blancos kini memiliki modal kepercayaan diri sebelum menghadapi Real Sociedad pada pertandingan berikutnya.
Mourinho tentu berharap kemenangan dramatis tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang sukses bersama Real Madrid. Meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, karakter untuk terus mengejar kemenangan hingga peluit akhir menjadi sinyal positif bagi Los Blancos.
Baca juga artikel: Treasure Tomb: Slot Bertema Petualangan Harta Mesir Kuno