Como Hancurkan Lens 9-1, Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions
Como menciptakan kejutan besar di Liga Champions setelah menghancurkan Lens dengan skor telak 9-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Prancis, Rabu. Kemenangan luar biasa tersebut membuat klub asal Italia itu menyamai rekor selisih kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions modern sejak kompetisi menggunakan format baru pada 1992.
Penyerang tim nasional Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang utama dengan mencetak hat-trick. Sementara itu, Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli turut menyumbangkan gol bagi Como.
Hasil ini menjadi kemenangan ketiga Como dari empat pertandingan fase grup musim ini. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut semakin memperlihatkan kualitasnya setelah sebelumnya juga mampu mengalahkan RB Leipzig dan Manchester United dengan skor 4-1 di kandang sendiri.
Como Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions
Sembilan Gol Mengukir Sejarah di Prancis
Kemenangan 9-1 atas Lens menempatkan Como dalam catatan sejarah Liga Champions. Sejak kompetisi memasuki era modern pada 1992, hanya dua tim yang sebelumnya pernah memenangkan pertandingan dengan selisih delapan gol.
Liverpool menjadi salah satunya setelah menghancurkan Besiktas dengan skor 8-0 pada fase grup 2007. Real Madrid kemudian menyamai pencapaian tersebut ketika mengalahkan Malmo dengan skor identik pada 2015.
Como bahkan mencatatkan pencapaian tersendiri dengan menjadi tim kedua yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions. Sebelumnya, Bayern Munich melakukan hal serupa ketika membantai Dinamo Zagreb dengan skor 9-2 pada fase grup 2024.
Menurut data Opta, pencapaian Como juga istimewa karena mereka menjadi tim terakhir yang mampu mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang sejak Feyenoord melakukannya ketika menghadapi Olympiacos di Piala Eropa pada 1971.
Anastasios Douvikas Pimpin Pesta Gol Como
Hat-trick Jadi Awal Dominasi Tim Tamu
Como langsung memperlihatkan kekuatan serangannya sejak awal pertandingan. Douvikas membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui penyelesaian jarak dekat yang membuat pertahanan Lens kesulitan mengantisipasi pergerakannya.
Penyerang asal Yunani tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor menjelang akhir babak pertama. Gol keduanya lahir setelah Como membangun serangan dengan kombinasi umpan yang sangat baik.
Di antara dua gol Douvikas, Nico Paz turut memperbesar keunggulan melalui tendangan keras yang membawa Como menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Memasuki paruh kedua, dominasi tim tamu semakin sulit dibendung. Paz memberikan umpan kepada Lucas Da Cunha yang berhasil mencetak gol keempat. Tidak lama kemudian, Marc-Oliver Kempf menambah keunggulan melalui sundulan yang membawa Como semakin menjauh.
Douvikas akhirnya melengkapi hat-trick setelah kembali memanfaatkan peluang di depan gawang. Penampilan impresifnya menjadi salah satu faktor utama di balik kemenangan besar Como.
Lens Tak Mampu Menghentikan Serangan Como
Gol Penghibur Tak Mengubah Keadaan
Setelah unggul jauh, Como tetap mempertahankan intensitas serangan. Mattia Liberali yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberikan kontribusi dengan mencetak gol ketujuh.
Lens sempat memberikan respons melalui Ruben Aguilar. Ia berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tendangan voli yang cukup apik. Namun, gol tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Como kembali mencetak gol melalui Martin Baturina pada menit ke-69. Matteo Papaccioli kemudian menutup pesta gol tim tamu dengan gol kesembilan yang memastikan kemenangan bersejarah tersebut.
Hasil akhir 9-1 menjadi kekalahan paling telak yang pernah dialami klub asal Prancis di Liga Champions. Bagi Lens, kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk setelah mereka menelan kekalahan ketiga secara beruntun di kompetisi tersebut.
Como Terus Bersaing di Papan Atas
Cesc Fabregas Bawa Como Tampil Mengagumkan
Perjalanan Como musim ini menjadi salah satu cerita menarik di Liga Champions. Setelah finis di posisi keempat Serie A musim lalu dan berhasil lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, mereka kini mampu bersaing dengan sejumlah klub besar.
Kemenangan atas Lens membuat Como mengumpulkan sembilan poin dari empat pertandingan dan menempati posisi keempat klasemen keseluruhan. Mereka tertinggal tiga poin dari Paris Saint-Germain dan Real Madrid, serta hanya terpaut satu poin dari Arsenal.
Hasil tersebut menjadi bukti perkembangan pesat Como di bawah arahan Cesc Fabregas. Dengan lini serang yang semakin produktif dan kepercayaan diri yang meningkat, klub Italia itu memiliki peluang untuk terus memberikan kejutan.
Kemenangan 9-1 atas Lens bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pencapaian bersejarah yang memperlihatkan bahwa Como mulai menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola Eropa.
Baca juga artikel: Gladiator Royal Habanero: Review Fitur Dan Gameplay Slot