Ekuador Bangkit Kalahkan Jerman 2-1, Lolos Dramatis ke Babak Gugur Piala Dunia
Ekuador tertinggal pada menit kedua dalam pertandingan yang harus mereka menangkan untuk menjaga harapan lolos ke Piala Dunia tetap hidup. Namun, mereka menunjukkan semangat juang luar biasa hingga akhirnya mengejutkan Jerman.
Ekuador bergabung dengan Jerman di babak gugur Piala Dunia dengan cara yang dramatis setelah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan juara Grup E dengan skor 2-1.
Gonzalo Plata mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-78 di New York New Jersey Stadium. Sebelumnya, Nilson Angulo menyamakan kedudukan setelah gol pembuka Leroy Sane pada awal pertandingan, sehingga Ekuador merebut tiket lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Ekuador harus menang untuk menjaga peluang lolos, sambil berharap Pantai Gading mampu mengalahkan Curacao. Harapan itu terwujud setelah Pantai Gading menang 2-0.
Awal Buruk Ekuador, Jerman Langsung Menghukum
Namun, Ekuador justru tertinggal hanya dalam waktu dua menit.
Jerman, yang beruntung tidak dikenai sanksi atas tekel tinggi Aleksandar Pavlovic terhadap Pedro Vite, langsung memanfaatkan peluang. Florian Wirtz memberikan umpan matang kepada Leroy Sane yang sukses menaklukkan Hernan Galindez.
Angulo Akhiri Paceklik Gol Ekuador
Ekuador berhasil menyamakan kedudukan hanya tujuh menit kemudian. Nilson Angulo melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang melewati kaki Pavlovic sebelum bersarang di gawang Manuel Neuer.
Gol tersebut mengakhiri paceklik gol Ekuador selama 242 menit di Piala Dunia.
Jerman Mendominasi, VAR Gagalkan Penalti
Tim asuhan Julian Nagelsmann tetap tampil dominan sepanjang babak pertama.
Kai Havertz menyundul bola tepat ke arah kiper setelah menerima umpan silang David Raum. Sementara itu, Joel Ordonez melakukan penyelamatan penting dengan memblok tembakan Jamal Musiala.
Penalti Havertz Dianulir VAR
Pada awal babak kedua, Havertz sempat mendapatkan hadiah penalti. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah VAR menilai Leroy Sane lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Pedro Vite dalam proses terjadinya insiden.
Pergantian Pemain Jadi Titik Balik Ekuador
Enner Valencia, yang mencatatkan penampilan terbanyak bagi Ekuador di Piala Dunia, sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh sebelum digantikan Kevin Rodriguez pada menit ke-64.
Pergantian tersebut terbukti menjadi keputusan tepat.
Gonzalo Plata Cetak Gol Penentu
Dua belas menit menjelang laga usai, Kevin Rodriguez menyundul bola hasil tendangan sudut ke arah Gonzalo Plata. Penyerang tersebut lebih cepat dari Manuel Neuer dalam menyambut bola dan menyodokkannya ke atap gawang untuk membawa Ekuador unggul 2-1.
Deniz Undav sempat mengancam melalui tembakan yang membentur jaring samping, tetapi Jerman gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi.
Statistik Menarik dari Pertandingan
Tim asuhan Sebastian Beccacece memastikan tempat di babak 32 besar dan kemungkinan besar akan menghadapi Inggris menurut prediksi superkomputer Opta.
Jerman sendiri telah memastikan posisi juara Grup E sebelum pertandingan dimulai. Mereka mengincar kemenangan ketiga beruntun di fase grup sekaligus kemenangan ke-12 berturut-turut yang akan menyamai rekor nasional mereka.
Leroy Sane akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen besar bersama Jerman setelah 15 penampilan, hanya dalam waktu 109 detik sejak kickoff.
Rekor Neuer dan Masalah Pertahanan Jerman
Manuel Neuer menyamai rekor Lothar Matthäus dan Miroslav Klose sebagai pemain Jerman dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yaitu 22 pertandingan.
Namun, Jerman kini telah menjalani sembilan pertandingan Piala Dunia berturut-turut tanpa mencatatkan clean sheet, menyamai rekor terburuk mereka sepanjang sejarah turnamen.
Ekuador Bangkit dari Tepi Jurang
Keputusan Sebastian Beccacece menarik keluar Enner Valencia sempat dipertanyakan. Namun, strategi tersebut terbukti jitu setelah Kevin Rodriguez memberikan assist bagi gol kemenangan Gonzalo Plata.
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Ekuador di Piala Dunia sejak 2014 sekaligus memastikan mereka lolos ke fase gugur untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Ekuador sebelumnya memulai kualifikasi CONMEBOL dengan pengurangan tiga poin pada September 2023. Meski demikian, mereka mampu finis di posisi kedua kualifikasi dan kini kembali menembus babak gugur Piala Dunia, 20 tahun setelah pencapaian serupa terakhir kali mereka raih.
Baca juga artikel: Daruma Impact: Slot Bernuansa Jepang Yang Wajib Dicoba