Torino menghancurkan Parma 4-1 dalam laga pembuka putaran ke-29 Serie A, sekaligus mengamankan tiga poin penting dalam perjuangan mereka untuk bertahan di liga.

Torino asuhan Roberto D’Aversa melanjutkan kebangkitan yang menjanjikan di bawah pelatih barunya dengan kemenangan meyakinkan di kandang atas Parma, sekaligus mengakhiri rentetan lima pertandingan tak terkalahkan lawan mereka dan memperkecil selisih poin menjadi hanya satu poin di klasemen Serie A.

Torino memulai pertandingan dengan sempurna ketika Giovanni Simeone menyambar bola pantul di dalam kotak penalti dan mencetak gol pada menit ketiga, memberikan tuan rumah modal yang mereka butuhkan di Olimpico Grande Torino.

Namun, Parma merespons dengan baik dan menyamakan kedudukan pada menit ke-20 melalui Mateo Pellegrino, yang menyambut umpan silang indah dari Gabriel Strefezza dengan sundulan akurat ke tiang kanan gawang untuk mengembalikan kedudukan imbang.

Torino menghancurkan Parma di babak kedua yang mendebarkan

Babak kedua lah yang menjadi titik balik pertandingan secara menentukan bagi Torino, dan dengan cara yang paling dramatis dan tak terduga.

Dalam rentang waktu hanya dua menit, Parma justru memberikan keuntungan besar kepada tuan rumah setelah terjadi dua gol bunuh diri yang membuat skor berubah cepat. Situasi ini menjadi pukulan bagi Parma yang sedang berusaha bangkit. Meski demikian, gol pertama akhirnya dikreditkan kepada Emirhan Ilkhan setelah adanya peninjauan ulang.

Pertama, Enrico Delprato mencetak gol bunuh diri pada menit ke-55, setelah tendangan Ilkhan yang terdefleksi.

Kemudian, Mandela Keita memperparah penderitaan Parma dua menit kemudian untuk mengubah skor menjadi 3-1. Itu adalah momen yang menghancurkan bagi tim asuhan Carlos Cuesta, yang menghancurkan semua yang telah mereka bangun dengan susah payah.

Parma berusaha keras membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Torino. Namun, Torino tampil sangat kokoh dan disiplin menjaga keunggulan. Kiper Alberto Paleari juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang berhasil menggagalkan peluang Parma.

Kemudian, pada masa tambahan waktu, tuan rumah memperlebar keunggulan menjadi 4-1 berkat gol indah yang dicetak oleh penyerang berpengalaman Duvan Zapata.

Hasil ini mengangkat Torino ke peringkat ke-13 di klasemen, kini hanya terpaut satu poin dari Parma di peringkat ke-12. Tim asuhan D’Aversa sedang membangun momentum pada waktu yang tepat, dengan kedua tim kini terikat erat dalam pertarungan yang menjanjikan ketegangan untuk menjauh dari zona degradasi.

Baca juga artikel: Pengembang Genshin Impact Terima $5,3 Juta Dari Kasus Cheat

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *