Barcelona Tampil Ganas, Feyenoord Jadi Korban
Barcelona mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026-27 dengan performa luar biasa. Bermain di Camp Nou dalam kondisi hujan lebat, Blaugrana menghancurkan Feyenoord dengan skor telak 5-1. Kemenangan ini kembali memperlihatkan ketajaman lini depan Barcelona yang sudah menjadi sorotan sejak awal musim.
Raphinha dan Lamine Yamal menjadi dua pemain paling berpengaruh dalam kemenangan tersebut. Raphinha mencetak dua gol, sedangkan Yamal menyumbangkan satu gol dan dua assist. Karim Adeyemi serta Gabriel Jesus juga mencatatkan gol Eropa pertama mereka untuk Barcelona.
Raphinha Buka Keunggulan Barcelona
Barcelona hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit untuk membuka skor. Raphinha menerima umpan terobosan dari Yamal, kemudian bergerak ke dalam sebelum menggunakan kaki kirinya untuk melepaskan tembakan melengkung.
Pergerakan tersebut membuat dua pemain bertahan Feyenoord kehilangan keseimbangan. Raphinha kemudian dengan tenang mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang yang dikawal Tjark Ernst.
Barcelona terus memberikan tekanan dan menggandakan keunggulan pada menit ke-22. Karim Adeyemi mendapatkan ruang dari sisi kiri sebelum melepaskan tendangan melengkung spektakuler yang tidak mampu dihentikan Ernst.
Feyenoord Berusaha Bangkit
Memasuki babak kedua, Feyenoord tampil lebih agresif dan beberapa kali mencoba memberikan tekanan kepada pertahanan Barcelona. Joan Garcia menjadi salah satu pemain penting bagi tuan rumah setelah melakukan penyelamatan cepat untuk menggagalkan peluang Anis Hadj Moussa.
Feyenoord sebenarnya sempat mencetak gol melalui Nacho Ferri pada menit ke-56. Namun, gol tersebut dianulir karena Ferri dinilai bergerak terlalu dini sebelum mengambil bola dari genggaman Garcia.
Raphinha Kembali Membobol Gawang Feyenoord
Barcelona langsung merespons tekanan Feyenoord. Kurang dari dua menit setelah gol Ferri dianulir, Raphinha mencetak gol keduanya.
Pemain asal Brasil tersebut menunjukkan timing yang sangat baik saat menyelinap di antara para pemain belakang Feyenoord. Ia menerima umpan terobosan dari Pedri sebelum melepaskan tembakan yang melewati Ernst.
Feyenoord kembali memperoleh peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Garcia menepis tendangan Ouassama Targhalline, tetapi bola masih berada di area berbahaya. Ferri kemudian menyambar bola liar dan memasukkannya ke gawang. Namun, gol tersebut kembali dianulir karena offside dalam rangkaian serangan.
Yamal dan Jesus Lengkapi Pesta Gol
Barcelona tidak mengendurkan tekanan meskipun sudah unggul jauh. Pada menit ke-77, Lamine Yamal akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Yamal Cetak Gol dari Bola Mati
Yamal melepaskan tendangan bebas dari dalam kotak penalti. Bola melengkung menuju sisi kanan gawang dan melewati celah di antara tembok pertahanan Feyenoord. Ernst salah langkah sehingga tidak mampu mengantisipasi arah bola.
Feyenoord sempat mencetak gol hiburan lima menit kemudian. Sem Steijn berhasil melepaskan diri di tiang jauh dan menyambut umpan silang Goncalo Borges untuk mengubah skor menjadi 4-1.
Namun, Barcelona kembali menjauh pada menit ke-85. Yamal memberikan umpan silang akurat yang disambut Gabriel Jesus dengan sundulan keras. Bola bersarang di gawang Feyenoord dan membuat Barcelona menutup pertandingan dengan kemenangan 5-1.
Barcelona Dominan di Laga Pembuka Liga Champions
Kemenangan ini memperlihatkan dominasi Barcelona sejak awal pertandingan. Blaugrana melepaskan 24 tembakan, dengan sembilan di antaranya tepat sasaran. Jumlah tersebut menunjukkan bagaimana Barcelona mampu mengontrol pertandingan sekaligus menciptakan banyak peluang.
Raphinha Terus Bersinar
Raphinha melanjutkan performa impresifnya pada awal musim 2026-27. Dua gol ke gawang Feyenoord membuat koleksi golnya menjadi tujuh dan delapan, sekaligus membantu Barcelona mencetak lima gol dalam satu pertandingan untuk keempat kalinya musim ini.
Sejak awal musim 2024-25, hanya Harry Kane yang terlibat langsung dalam lebih banyak gol di Liga Champions dibandingkan Raphinha. Pemain Brasil tersebut telah terlibat dalam 28 gol, terdiri dari 18 gol dan 10 assist.
Barcelona juga mencatat sejarah positif menghadapi klub-klub asal Belanda. Mereka kini telah mencetak 36 gol dalam 11 pertandingan melawan lawan dari Belanda di kompetisi Eropa.
Kemenangan telak atas Feyenoord menjadi awal yang sempurna bagi Barcelona di Liga Champions. Dengan ketajaman Raphinha, kreativitas Yamal, serta kontribusi pemain lainnya, Blaugrana kembali menunjukkan bahwa mereka menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar musim ini.
Baca juga artikel: Sparta Habanero: Slot Bertema Pertempuran Yunani Kuno