Lionel Messi Patah Hati Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Akui Rasa Sakitnya Sangat Mendalam
Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar Piala Dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final. Gol semata wayang Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memastikan La Roja keluar sebagai juara dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya mengangkat trofi pada edisi 2010.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Lionel Messi yang berharap mampu membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia secara beruntun. Sang kapten akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak laga final dan mengakui bahwa kekalahan itu meninggalkan luka yang sangat dalam.
Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan Messi di Piala Dunia tetap mencatatkan berbagai rekor bersejarah yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Lionel Messi Akui Kekalahan di Final Sangat Menyakitkan
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Messi mengungkapkan perasaan kecewanya usai Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Menurut pemain berusia 39 tahun tersebut, rasa sakit akibat kekalahan di partai puncak tidak akan mudah hilang. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan bahwa impian membawa Argentina kembali menjadi juara dunia harus sirna.
“Rasa sakitnya sangat mendalam dan akan membutuhkan waktu bagi luka ini untuk sembuh.”
Meski demikian, Messi memilih untuk mengenang perjuangan tim sepanjang turnamen daripada terus larut dalam kesedihan. Ia menilai seluruh pemain telah memberikan segalanya demi negara dan berhasil membawa Argentina kembali menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Argentina yang terus memberikan dukungan tanpa henti sejak awal hingga akhir turnamen.
Messi menyebut kebersamaan yang tercipta selama Piala Dunia menjadi sesuatu yang akan selalu dikenangnya sepanjang hidup.
Perjalanan Argentina Berakhir di Tangan Spanyol
Final berlangsung ketat selama 120 menit. Namun Argentina kesulitan mengembangkan permainan menghadapi pertahanan disiplin Spanyol.
Statistik menunjukkan Albiceleste hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan. Bahkan, percobaan pertama mereka baru tercipta pada menit ke-117 melalui Lionel Messi.
Minimnya peluang membuat Argentina gagal membalas gol Ferran Torres yang tercipta pada babak tambahan waktu. Spanyol pun sukses mengamankan kemenangan 1-0 sekaligus memastikan gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.
Bagi Argentina, hasil tersebut mengakhiri perjalanan luar biasa yang sebelumnya dipenuhi berbagai kemenangan dramatis sepanjang turnamen.
Messi Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Walaupun kecewa, Messi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh rekan setimnya.
Ia menilai skuad Argentina telah menunjukkan karakter luar biasa dengan membalikkan keadaan dalam sejumlah pertandingan dan terus berjuang hingga menit terakhir.
Menurutnya, kerja keras seluruh pemain, staf pelatih, serta dukungan jutaan masyarakat Argentina menjadi alasan utama tim mampu kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Messi juga menunjukkan sportivitas dengan memberikan ucapan selamat kepada Spanyol atas keberhasilan mereka menjadi juara dunia.
“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar juara ini.”
Lionel Messi Ukir Rekor Baru di Piala Dunia
Meski gagal membawa pulang trofi, Messi tetap mencatatkan sederet prestasi individu yang mengesankan.
Final melawan Spanyol menjadi final Piala Dunia ketiga yang dimainkan Messi setelah edisi 2014 dan 2022. Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah sepak bola putra yang mampu mencapai tiga final Piala Dunia, menyamai pencapaian legenda Brasil, Cafu.
Selain itu, pada usia 39 tahun 25 hari, Messi juga tercatat sebagai finalis Piala Dunia tertua kedua sepanjang sejarah. Rekor tersebut hanya kalah dari kiper legendaris Italia, Dino Zoff, yang tampil di final Piala Dunia 1982 pada usia 40 tahun 133 hari.
Catatan tersebut semakin mempertegas konsistensi Messi yang mampu bersaing di level tertinggi meski telah memasuki usia senja sebagai pesepak bola profesional.
Gagal Sepatu Emas, Tetap Bersinar
Di sepanjang turnamen, Messi tampil produktif dengan mencetak delapan gol dan menyumbangkan empat assist.
Namun torehan tersebut belum cukup untuk mengantarkannya meraih Sepatu Emas karena Kylian Mbappé tampil lebih tajam dengan koleksi 10 gol. Kedua pemain sama-sama mencatatkan empat assist selama kompetisi berlangsung.
Mbappé juga berhasil menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol, melewati rekor 21 gol yang sebelumnya sempat dipegang Messi.
Meski demikian, Messi tetap mencatatkan sejarah tersendiri karena menjadi pemain pertama yang memecahkan rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, pada turnamen musim panas ini.
Masa Depan Lionel Messi Bersama Argentina Masih Tanda Tanya
Usai kekalahan di final, Messi belum memberikan kepastian mengenai masa depannya bersama tim nasional Argentina.
Pemain berusia 39 tahun itu tidak menjawab apakah dirinya akan terus membela Albiceleste atau memilih mengakhiri perjalanan internasionalnya dalam waktu dekat.
Melihat usianya yang akan semakin bertambah pada edisi Piala Dunia berikutnya, peluang Messi tampil kembali di panggung terbesar sepak bola dunia dinilai cukup kecil. Meski begitu, warisan yang telah ia tinggalkan bersama Argentina tetap akan dikenang sebagai salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah Piala Dunia.
Baca juga artikel: S.O.S!: Slot Bertema Petualangan Laut Berhadiah Besar